Tim Senior Management

98e4c356284895f43dab023e7d4498e9

Fungsi team eksekutif di sebuah perusahaan sangat vital. Kontribusi mereka kepada operasional perusahaan bisa membuat perencanaan strategi bisnis perusahaan menjadi kenyataan. Sebaliknya disfungsional tim ini dapat memperlambat, menggagalkan atau bahkan melumpuhkan perusahaan. Karena itu langkah untuk membentuk tim eksekutif senior perusahaan ini sangat penting untuk di pelajari. Artikel saya berikut ini akan mencoba untuk mengulas faktor-faktor krusial yang diperlukan untuk menyusun dan mengelola tim eksekutif senior yang dapat membantu mendorong hasil bisnis yang lebih baik di berbagai area mulai dari kepuasan pelanggan sampai ke produktivitas karyawan dan banyak lagi yang lainnya.

Berdasarkan hasil survei kepada 600 eksekutif senior yang bekerja di berbagai perusahaan multinasional yang dilaksanakan oleh lembaga konsultan MCKinsey, ada tiga prioritas penting yang harus di identifikasikan ketika anda ingin menyusun dan membentuk tim managemen senior ini.

1. Masukkan orang yang tepat di dalam tim.

Menentukan keanggotaan tim eksekutif (Factory Manager, General Manager, Direktur) merupakan tanggung jawab seorang CEO. Sejatinya hak ini adalah “tuas” yang paling kuat yang bisa digunakan oleh CEO untuk membentuk performansi sebuah tim. Banyak CEO yang menyesal karena tidak sedari awal, mereka menggunakan “tuas” ini secara penuh. Beberapa dari mereka bahkan mengabaikan sepenuhnya “tuas” ini dengan asumsi bahwa mereka bisa mengandalkan gelar, rentang gaji, atau posisi dari eksekutif senior bersangkutan diperusahaan sebelumnya untuk menjadi jaminan bahwa kandidat bersangkutan layak untuk masuk ke dalam timnya.

Suatu kejutan kecil ternyata bahwa lebih dari sepertiga CEO yang di survei mengatakan bahwa tim eksekutif senior mereka yang sekarang tidak memiliki orang dengan kemampuan yang tepat. Hasil survei ini memberi kesimpulan bahwa pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya bukan jaminan bahwa orang tersebut akan mampu untuk menjalankan peranannya di tim yang baru.

Kunci untuk mendapatkan komposisi yang benar dari tim eksekutif senior adalah pertama memutuskan kontribusi apa yang diharapkan dari tim eksekutif senior ini untuk mencapai aspirasi performansi timnya dan lalu mempretelinya lagi dengan memutuskan kontribusi apa yang diharapkan dari masing-masing anggota tim eksekutif senior untuk performansi timnya. Hal ini membutuhkan keberanian dan kesadaran CEO. Jika tidak, tim eksekutif senior yang dibangun nantinya akan menunjukkan performansi tim yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

2. Pastikan tim eksekutif anda hanya melakukan pekerjaan yang menjadi jobnya

Banyak tim eksekutif senior berjuang untuk menemukan tujuan dan fokus. Hanya 38% dari CEO yang disurvei mengatakan bahwa tim mereka terfokus pada pekerjaan yang benar-benar memberikan manfaat dari sudut pandang manajemen. Hanya 35 % mengatakan tim eksekutif senior mereka mengalokasikan waktu mereka dengan benar untuk mengurusi berbagai macam topik yang mereka anggap penting, seperti strategi dan people.

Apa yang mereka sedang lakukan sebetulnya? Hal-hal lainnya. Terlalu sering, tim eksekutif senior ini gagal untuk menetapkan prioritas dan sebaliknya berusaha untuk melakukan semuanya sendirian. Dalam kasus lainnya, mereka gagal untuk membedakan topik mana yang harus dikerjakan dan topik mana yang hanya perlu dimonitor. Kesalahan setting prioritas ini membuat pekerjaan mereka menjadi banyak dan sulit untuk mereka tangani. Hasilnya adalah pertemuan-pertemuan yang menguras energi yang berlarut-larut terlalu lama yang menunda mereka untuk kembali ke pekerjaannya yang sesungguhnya. CEO seharusnya perlu merespon ketika disfungsi seperti ini muncul.

3. Memberikan perhatian kepada proses dan dinamika tim

Tugas terakhir yang menuntut perhatian yang tak henti-hentinya dari CEO adalah dinamika tim yang efektif. Para anggota tim eksekutif senior melaporkan bahwa hanya sekitar 30 % dari waktu mereka yang digunakan untuk kolaborasi yang produktif antar anggota tim. Angka ini akan turun drastis ketika tim eksekutif senior berurusan dengan  topik-topik beresiko tinggi dimana para anggota tim eksekutif senior memiliki perbedaan kepentingan.

CEO dapat mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki problem dinamika tim. Langkah yang pertama adalah bekerja bersama tim untuk mengembangkan pemahaman bersama kenapa para anggota tim eksekutif senior tidak bisa berkolaborasi secara efektif. Ada beberapa alat yang tersedia yang dapat digunakan, antara lain :  wawancara dengan setiap anggota tim , survei yang ditujukan kepada seluruh anggota tim, dan evaluasi 360 derajat dari setiap pemimpin yang ada.

Setiap anggota tim eksekutif senior adalah pribadi yang unik. Sehingga setiap CEO akan perlu untuk mengakomodasi hal ini dengan memberikan kombinasi tantangan yang unik untuk setiap individu. Mengembangkan tim eksekutif senior yang kuat sejatinya memerlukan diagnosa yang baik, di ikuti oleh serangkaian lokal karya, dan prakteknya untuk mengatasi gejolak dinamika yang ada dalam tim ketika menghadapi permasalahan-permasalahan bisnis yang serius.

Ketika seorang CEO serius untuk memastikan para anggota tim eksekutif senior yang dipimpinnya untuk bersedia dan mampu untuk membantu memenuhi tujuan strategis perusahaan dan memastikan bahwa mereka selalu fokus kepada topik yang tepat dan dapat mengelola dinamika yang ada di dalam tim, maka tim ini akan berhasil mendapatkan performansi yang optimal.

Sebelum saya mengakhiri ulasan artikel ini, ijinkan saya menceritakan pengalaman pribadi saya sewaktu memegang jabatan di salah satu tim eksekutif senior. Tim kami terdiri dari 4 orang yang masing-masing memegang departemen produksi Surabaya, departemen produksi Jakarta, departemen Marketing Surabaya dan departemen Marketing Jakarta. Sedari awal saya sebenarnya sudah merasakan ada sesuatu yang salah didalam hati saya. Namun karena ini sebuah kepercayaan dan tanggung jawab untuk masuk ke dalam tim, dengan semangat membara dan hasrat yang tinggi saya bergabung di tim ini dan memegang departemen produksi Surabaya. Selang beberapa bulan kemudian, dinamika antar anggota tim mulai muncul. Timbul gesekan di dalam anggota tim ini karena konflik kepentingan, diawali dengan departement marketing jakarta yang mengalami gesekan dengan CEO di Jakarta dan singkat cerita yang bersangkutan mengundurkan diri. Problem berikutnya muncul di departemen produksi Jakarta dan mengakibatkan sempat terjadinya demo cukup besar di pabrik Jakarta, namun karena ada backup dari CEO Jakarta, yang bersangkutan sampai saat ini masih terus menjalankan fungsi dan peranannya. Dinamika berikutnya yang terjadi menimpa saya dan departemen Marketing di Surabaya akibat konflik kepentingan Marketing dalam mengejar omzet.

Saya tidak akan banyak menyinggung detail permasalahan yang terjadi karena saya juga bertanggung jawab sebagai seorang profesional untuk selalu menjaga kredibilitas perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Yang ingin saya garis bawahi adalah problem yang muncul ditempat kami, sebagian besar terjadi karena masing-masing dari kami terlalu sibuk dengan “our people”. Pekerjaan yang harusnya kami hanya monitor, malahan kami kerjakan sendirian. Problem berikutnya adalah, ada orang yang tidak tepat berada di dalam tim. Hal ini terjadi karena tidak ada yang mendeskripsikan secara jelas dan detail, performansi apa yang diharapkan dari tim eksekutif ini dan hasil akhir apa yang diharapkan dari setiap anggota tim, yaitu kami berempat.  Tidak ada meeting bulanan yang mengumpulkan kami untuk duduk bareng di satu meja, menggali dinamika yang terjadi diantara kami. Tidak ada yang memonitor progress yang telah dicapai tim dari sudut pandang managemen, sehingga jika salah satu dari kami sudah keluar jalur dari yang seharusnya, tidak ada seorangpun yang mengetahui. Ketika situasi sudah di luar kendali, barulah orang paham bahwa ada something wrong. Harap diingat bahwa level tim eksekutif senior merupakan kumpulan talenta-talenta yang berbakat di managemen, namun demikian, tetap memerlukan satu orang figur yang mampu menyatukan kumpulan para talenta ini menuju ke satu arah tujuan dan mampu juga mengatasi dinamika yang mungkin terjadi di antara anggota tim dalam perjalanannya ke tujuan tersebut.

Saya akan menutup artikel ini dengan pernyataan berikut ini “Jika engkau ingin rencanamu yang luar biasa tercapai. Engkau memerlukan tangan kanan yang kuat. Ingatlah 3 prinsip diatas saat membentuk tangan kananmu (talenta berbakat eksekutif senior) ini. Jika engkau melakukannya dengan baik, tidak mustahil, engkau dan tangan kananmu ini akan melakukan terobosan-terobosan besar.

back-icon-symbol-4088993
Back

 

 

Advertisements