Tangga ke Masa Depan

 

Bagi anda penggemar kopi pasti tahu Starbuck kan? Saat artikel ini ditulis, Starbuck sudah mencengkeram hampir di semua kota besar di Indonesia. Selain menawarkan tempat untuk bercengkerama dan ngobrol santai dengan relasi bisnis atau teman, Starbuck juga menyajikan kreativitasnya dalam mengolah kopi dengan berbagai macam kombinasi rasa. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya bisnis sejenis Starbuck ini juga sudah ada di indonesia, yaitu warkop alias warung kopi. Pasti anda akan berkata, bahwa tidak bisa dong warkop dibandingkan dengan Starbuck mengingat target customer dan segmen pasar yang digarap keduanya sangat jauh berbeda. Mari kita hentikan sejenak perdebatan ini dan saya mengajak anda untuk melihat ke masa lalu tentang sejarah perkembangan Starbuck sehingga bisa menjadi sebuah bisnis internasional seperti sekarang ini.

images (3)
Warung Kopi

Toko Starbuck berdiri tahun 1971 di sebuah lokasi dekat kota Seattle. Selama satu dekade, toko ini hanya fokus menjual biji kopi berkualitas tinggi kepada para pelanggannya. Tapi ketika Howard Schultz bergabung dengan perusahaan, ia dapat melihat potensi untuk memiliki pelanggan yang menikmati kopi khusus langsung ditempat Starbuck. Howard terinspirasi oleh pengalamannya ketika menikmati secangkir kopi di Italia. Ia berhasrat untuk menduplikasi pengalaman itu dan membangun lingkungan yang nyaman bagi pecinta kopi sehingga mereka dapat menikmati minuman mereka dengan cara yang akan membuat mereka ingin datang lagi untuk membeli. Harap dicatat, inspirasi Howard ini adalah sebuah visi, suatu keadaan di masa depan yang ingin dicapai Howard. Inilah resep pertama keberhasilan Starbuck.

Starbuck go public di tahun 1992. Dana segar yang diperoleh oleh Starbuck ini kemudian digunakan untuk mempercepat ekspansi jaringan distribusi Starbuck. Dari tahun 1990-2000, Starbuck berhasil berkembang dari 84 toko menjadi lebih dari 3500 toko yang tersebar di  Jepang, Inggris, China, Australia dan berbagai tempat di belahan dunia lainnya. Namun perlu dicatat bahwa selama periode ekspansinya, Starbuck tidak bersikukuh untuk konsisten pada “layanan kopi” saja. Perusahaan ini melakukan diversifikasi usaha minuman lain selain kopi dan makanan.

Langkah diversifikasinya yang pertama adalah dengan mengakuisisi perusahaan Teh Tazo pada tahun 1999. Akuisisi ini menambah kemampuan Starbuck untuk menambah varian produknya. Akuisisi seperti ini ternyata masih berlanjut ditahun-tahun mendatang. Beberapa perusahaan yang bergabung dalam akuisisi ini adalah Ethos water, pembuat jus segar Evolution, perusahaan roti La Boulange, dan perusahaan teh yang cukup besar Teavana ditahun 2012.  Semua akuisisi ini berhasil melipat gandakan usaha Starbuck untuk memberikan pelanggannya kesempatan untuk tetap bisa menikmati suasana toko Starbuck meskipun mereka bukan pecinta kopi.

Disepanjang perkembangannya, Starbuck selalu berhati-hati untuk memilih strategi. Mereka selalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang ada. Sebagai contoh misalnya, ketika Starbuck mengeluarkan konsep mesin espresso single cup “Verismo”, banyak investor percaya bahwa Starbuck sengaja menantang Keurig Green Mountain. Tapi faktanya yang mencengangkan adalah ketika Starbuck malah mengumumkan kemitraan kerja sama dengan Keurig Green Mountain. Langkah cerdas ini bahkan malah bisa membuka akses masuk ke pelanggan loyal Keurig Green Mountain melalui sistem “K cup” milik Keurig, dan sementara itu Starbuck juga bisa menawarkan “Verismo” miliknya sebagai alternatif yang menarik ke pelanggan loyal Keurig.

Keberhasilan ekspansi Starbuck ini juga karena perhatian Starbuck kepada para pegawainya. Di tahun 1988, Starbuck menawarkan asuransi kesehatan full untuk semua karyawannya baik berstatus part time atau full time. Starbuck juga memberikan kesempatan kepada karyawan part timenya untuk ambil bagian dalam program penanaman modal ke perusahaan Starbuck di awal tahun 1991 sebelum saham starbuck dilepas ke publik. Kenaikan sahamnya yang mencapai 20 kali lipat dibandingkan dengan harga awal saat memasuki bursa saham, membuat para pegawai part timenya yang ikut andil dalam program penanaman modal berhasil mendapatkan kekayaan yang cukup besar. Hal inilah yang kemudian membuat semua pegawai Starbuck termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaiknya sesuai dengan peranannya masing-masing. Coba ingat-ingat pengalaman anda sewaktu berkunjung ke Starbuck. Ingat kembali cara pegawai Starbuck dalam melayani anda dan bagaimana mereka dengan antusias menjawab setiap pertanyaan anda tentang produk mereka.

Kesuksesan perkembangan perusahaan Starbuck dari sebuah toko menjadi ribuan toko dan  kemudian keberhasilannya mengangkat namanya hingga dikenal jutaan pecinta kopi dan masyarakat dunia, terjadi karena penerapan strategi perusahaan yang jitu yang diadopsi oleh Starbuck. Pemilihan strategi ini berpusat pada misi perusahaan, resep kedua keberhasilan Starbuck. Inilah yang menurut saya resep khusus yang tidak dimiliki oleh warkop-warkop lokal yang ada di Indonesia. Perbedaan utama yang mendongkrak kesuksesan antara Starbuck dan warkop lokal di Indonesia ini bukan terletak disegmen dan target pasar, tapi lebih kepada para pemilik warkop yang tidak memiliki pandangan visioner. Mereka tidak tahu warkop miliknya ini mau dibawa kemana. Berdirinya warkop bagi mereka hanya sekedar usaha “nekat” untuk membuat dapur mereka tetap mengebul. Mereka tidak paham bahwa warkop milik mereka sebenarnya memiliki potensi yang sama seperti Starbuck dan bisnis-bisnis internasional lainnya. Perlu ada seseorang yang visioner yang membantu mereka untuk merumuskan misi bisnis yang menggambarkan alasan dibalik berdirinya warkop dan nilai-nilai apa yang dianut oleh warkop bersangkutan.

Kebetulan saya punya teman yang membuka usaha warkop. Saat ini pendapatannya sekitar Rp. 6.000.000 per bulan. Dia sendiri masih sibuk bekerja di sebuah perusahaan swasta dan operasional warkop miliknya diserahkan kepada dua orang pegawai. Ketika saya menawarkan diri untuk membantunya mengembangkan sistem bagi warkopnya, dia masih bimbang dan maju mundur. Bagi dia yang tidak visioner, penghasilan tersebut di rasa sudah lebih dari cukup untuk penghasilan tambahannya.

Karena alasan inilah, hampir semua warkop lokal di Indonesia tidak ada yang bisa berkembang secara global seperti Starbuck. Mari kita berandai-andai, katakanlah ada sebuah warkop yang memilih segmen pria usia 30 ke atas, dengan target market para karyawan dan pekerja. Andaikan juga ada pemilik warkop melakukan penerawangan di masa depan dan menggambarkan di benaknya suatu kondisi dimana ” ada tempat untuk para pecinta kopi yang bisa meracik komposisi kopi sesuai keinginan pembeli”. Andaikan juga si pemilik warkop ini merumuskan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di warkopnya yang menggambarkan alasan kenapa warkop miliknya dibangun (Melayani pembeli dengan keramahan yang tulus – Selalu mendengarkan suara pembeli terhadap layanan yang diberikan – Memberikan kopi berkualitas untuk kepuasan pembeli dengan harga yang terjangkau). Kemudian si pemilik warkop ini menerapkan strategi bisnis dengan landasan visi dan misinya tersebut, bukan hal yang mustahil jaringan warkopnya bisa tersebar ke seluruh kota di indonesia.

Kembali ke Starbuck, sekarang mari kita melihat misi yang mendasari pengambilan-pengambilan keputusan strategisnya. Seperti misalnya kebijakan Starbuck dalam memperhatikan dan mempedulikan nasib pegawainya, atau kebijakan Starbuck untuk melakukan diversifikasi usaha dan menjalin kemitraan dengan para kompetitornya. Berikut ini 6 pernyataan misi Starbuck :

  1. Menyediakan lingkungan kerja yang luar biasa dan memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan martabat.
  2. Merangkul keragaman sebagai komponen penting bagi Starbuck untuk melakukan bisnis.
  3. Menerapkan standar kualitas tertinggi untuk pembelian, pemanggangan dan  pengiriman kopinya.
  4. Dengan antusias terus mengembangkan pelanggan yang puas sepanjang waktu.
  5. Berkontribusi secara positif kepada komunitas dan lingkungan disekitarnya.
  6. Memahami bahwa profitabilitas adalah penting untuk kesuksesan di masa depan.

Di mulai dari sebuah pernyataan visi “establish Starbuck as the most recognized and respected brand in the world”. Kemudian Starbucks merumuskan enam misinya yang menggambarkan nilai-nilai yang dianut oleh Starbuck dan sekaligus juga alasan untuk eksistensi bisnis Starbuck. Selanjutnya Starbuck dan seluruh pegawainya mengaplikasikan seluruh kebijakan strategi bisnisnya dengan berkiblat pada visi dan misinya itu. Hasilnya adalah jaringan toko-toko Starbuck yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Apakah anda sekarang sudah bisa menggambarkan suatu visi di benak anda? Jika jawabannya iya, maka itu bagus. Sekarang saatnya anda untuk merumuskan misi bisnis anda dan sekaligus bersiaplah untuk “Bisnis Global”.


back-icon-symbol-4088993
Back

 

Advertisements