Selling

2688342716_1a30214977

 

Pemandangan seperti gambar diatas bukan hal yang aneh bagi kita kan. Itu pemandangan yang mudah dijumpai di sepanjang perjalanan kita ke kantor, dipasar atau swalayan. Aktivitas jual beli produk merupakan aktivitas utama manusia sebetulnya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan tambahan lainnya.

Bisnis biasa akan menganggap aktivitas penjualan hanya sekedar bagaimana cara membuat pelanggan bisa membeli produk atau jasanya. Banyak sales atau tenaga pemasaran yang terjebak di konsep ini. Bagi mereka, tolak ukur kesuksesan mereka adalah jika mereka berhasil mencapai target omzet di bulan itu dengan menjual barang. Padahal konsep menjual lebih dari itu.

Jika anda ingin bisnis anda menjadi bisnis yang luar biasa, anda harus mulai setting di pikiran anda bahwa menjual adalah tentang menciptakan hubungan jangka panjang antara produk anda dengan pembeli. Dengan kata lain menjual adalah berbicara tentang taktik anda untuk mengintegrasikan perusahaan, pelanggan dan hubungan diantaranya.

Jika anda seorang pengguna internet yang aktif dalam melakukan transaksi online melalui situs internet, anda pasti pernah menerima offering dalam bentuk apapun yang dikirimkan oleh pihak tertentu entah melalui email atau akun anda yang lain. Padahal anda merasa bahwa anda sama sekali belum pernah berhubungan dengan pihak tersebut. Hal ini terjadi tidak lain adalah akibat adanya “cookies” yang ditanamkan oleh pihak-pihak berkepentingan di website pribadinya atau mendompleng website lain. Saya tidak akan berbicara tentang penggunaan negatif dari cookies ini. Hanya saja banyak pemilik sebuah bisnis menggunakan cookie untuk menganalisa perilaku pembelian dari konsumen. Tujuannya agar mereka tahu preferensi dari konsumen, faktor -faktor yang melatar belakangi pembelian barang dan semacamnya. Pendeknya mereka menggunakan cookies tersebut untuk mengenal lebih jauh perilaku konsumennya dengan tujuan supaya mereka tahu produk apa yang bisa ditawarkan ke mereka.

Selling bisa dibedakan kedalam berbagai macam tingkat, yaitu :

  • Feature selling : disini anda fokus untuk menjaga agar fitur-fitur produk yang anda jual tetap menarik minat konsumen. Sehingga hubungan emosional antara produk anda dengan konsumen semakin kuat. Ini merupakan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Misalnya : dulu sewaktu saya mengelola bisnis studio foto di Ambon, saya selalu membersihkan background pas foto dari setiap konsumen saya dengan menggunakan teknik yang ada di Photoshop. Hasilnya pas foto cetakan studio kami selain terang juga memiliki background yang jernih dan jelas. Konsumen pas foto untuk berbagai keperluan mulai dari pembuatan KTP sampai ke aplikasi untuk melamar ke instansi pemerintah dan kepolisian selalu lari ke tempat kami. Hubungan emosional diantara kami dan mereka terjaga karena fitur “latar belakang foto bersih” yang kami sediakan itu.
  • Benefit selling : disini fokus anda adalah dengan memberikan manfaat tambahan untuk produk anda. Misalnya : Jika anda membeli mobil Honda, maka anda akan mendapatkan pendampingan extra 24 jam dari Honda Care. Melalui layanan Honda Care ini, hanya dengan menggunakan telepon genggam dan mengontak Honda Care, maka ketika anda mengalami berbagai masalah di tengah jalan, Honda Care akan membantu anda. Layanan mobil derek, misalnya. Disediakan secara gratis bagi anda. Fasilitas tambahan benefit ini tentu saja akan meningkatkan loyalitas pelanggan mobil Honda dan memperdalam hubungan emosional yang ada. Sehingga tidak heran, jarang sekali konsumen Honda yang melirik mobil lain.
  • Solution selling : di sini fokus anda adalah membuat solusi. Jika tingkat persaingan sudah tinggi, dan para pesaing anda juga sudah menerapkan feature dan benefit selling, maka mau tidak mau anda harus naik ke level solution selling ini. Misalnya semakin maraknya bisnis ecommerce belakangan ini. Mulai dari Lazada, Tokopedia, Tokobagus, Kaskus, Bibli.com dan masih banyak lagi yang lainnya. Di jaman serba sibuk ini, banyak orang yang seakan-akan kehabisan waktu untuk bepergian ke mal atau toko untuk mencari barang kebutuhan mereka. Ditambah dengan macetnya jalan raya semakin membuat enggan mereka. Kehadiran bisnis ecommerce ini menjadi jawaban bagi mereka. Dengan hanya melalui aplikasi di handphone atau laptop mereka, mereka bisa memilih produk yang kualitasnya dijamin dan sekali klik, barang sudah bisa dikirim di tempat yang mereka inginkan. Kehadiran Gojek pun sebenarnya juga menjawab kebutuhan ini. Dengan menempatkan orang-orang tertentu di beberapa wilayah yang ada, mereka melayani jasa pembelian dan pengantaran barang atau orang.

 

 

 

back-icon-symbol-4088993
Back
Advertisements