Marketing Goals

my goals are smart

 

Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang secara eksplisit membuat resolusi 10 kali lebih mungkin untuk mencapai tujuan mereka daripada orang-orang tidak secara eksplisit membuat resolusi.

Demikian juga dengan target pemasaran. Target pemasaran yang di susun dengan eksplisit, dan terukur adalah kunci bagi para praktisi pemasaran untuk sukses.

Hasil benchmarking yang dilakukan Content Marketing Institute pada tahun 2014, menyebutkan bahwa 93 % dari praktisi pemasaran menggunakan “content marketing”, namun hanya 42 % dari praktisi pemasaran tersebut yang mengatakan bahwa mereka efektif dalam menggunakan “content marketing”.

Lalu dari praktisi pemasaran yang efektif dalam menggunakan “content marketing” tersebut, 66 % memiliki strategi content yang didokumentasikan. Di antara praktisi pemasaran yang paling efektif, hanya 11 % yang memiliki strategi content yang didokumentasikan.

Alasan para praktisi pemasaran tersebut menganggap mereka efektif dengan dokumentasi strategi contentnya adalah karena mereka memiliki sebuah rencana yang sudah disusun. Bila anda sudah memiliki sebuah rencana, anda dapat dengan jelas mengukur kemajuan yang telah dicapai dengan membandingkan terhadap rencana yang ada. Kita perlu paham bahwa para praktisi pemasaran sangat sibuk dalam pekerjaan mereka. Satu-satunya cara untuk menarik perhatian banyak pihak untuk fokus pada satu permasalahan tertentu adalah dengan mengetahui apa yang ingin dicapai dan kemudian menentukan tindakan yang benar untuk mencapai tujuan tersebut.

Sekarang begitu kita sudah paham mengapa target sangat penting bagi para praktisi pemasaran, langkah berikutnya kita perlu memahami bagaimana cara untuk menentukan target yang bisa membuat kita menjadi selangkah lebih sukses.

Penelitian Dr Edwin Locke pada tahun 1960 juga membuktikan pentingnya dokumentasi yang jelas. Ia menemukan bahwa tujuan spesifik dan sulit malah menyebabkan kinerja tugas lebih baik daripada jika tujuannya jelas atau mudah. Jika hal ini dikaitkan dengan para praktisi pemasaran, target-target berikut ini yang biasanya dimiliki oleh mereka:

1. Membangun brand awareness 

2. Membangun pemikiran kepemimpinan

3. Meningkatkan nilai emosional merek

4. Menghasilkan pendapatan

5. Menghasilkan volume penjualan tinggi

Menentukan target anda merupakan langkah pertama.  Setelah anda menentukan target ini, anda perlu menentukan ukuran kesuksesannya. Pernyataan Tom Landry berikut ini cukup tepat dalam menggambarkan hal itu : “Menetapkan tujuan adalah bukan hal utama. Namun yang terpenting adalah menentukan bagaimana anda akan pergi untuk mencapai hal itu dan konsisten dengan rencana itu. ”

Yang membedakan para praktisi pemasaran tersebut satu dengan yang lainnya adalah bagaimana mereka mengukur tujuan-tujuan tersebut. Tahun depan, apa yang akan membuat anda mengatakan, “YA, saya telah mencapai tujuan saya”?

Satu kerangka umum yang digunakan untuk menetapkan tujuan adalah kriteria SMART yang umumnya dikaitkan dengan konsep tujuan yang dibuat oleh Peter Drucker. SMART adalah singkatan dari: specific, measurable, attainable, realistic dan time related. 

Berikut ini saya berikan beberapa contoh untuk target yang SMART

  • Misal berkaitan dengan brand awareness, berikan pertanyaan siapa, apa, kapan, dimana, yang mana dan mengapa untuk topik tersebut dan target SMART yang muncul bisa seperti ini : “Tulis lima postingan setiap minggu dan bagikan ke 2 group di linkedln”.
  • Misal berkaitan dengan menghasilkan volume tenaga pemasaran yang tinggi, maka target SMART yang muncul bisa seperti ini :

    “Menghasilkan lebih dari 300 tenaga pemasaran berkualifikasi di setiap kuartal pada tahun 2015 .

 

Tujuan harus memungkinkan untuk dicapai dan Anda harus menetapkan jangka waktu yang masuk akal untuk mencapai tujuan tersebut ! Jika tidak , tujuan bisa menjadi terlalu tinggi dan luar biasa , yang menyebabkan Anda merasa bahwa tidak mungkin untuk dicapai.

 

 

 

back-icon-symbol-4088993
Back
Advertisements