Analisa Eksternal Perusahaan (Yang)

 

Peluang

Untuk mempertahankan pertumbuhan Starbucks di kawasan China, Asia dan Pasifik, maka perusahaan Starbucks meningkatkan jumlah toko-tokonya terutama di China. Ide dasarnya adalah meningkatnya pendapatan di China seharusnya memicu permintaan yang lebih tinggi untuk produk-produk Barat termasuk kopi Starbucks. Baru-baru ini Starbucks membuka gerai tokonya yang ke 1600 di China, dan berencana untuk melipatgandakan jumlahnya di kawasan China, Asia dan Pasifik menjadi sekitar 10.000 dalam lima tahun ke depan.

Bidang pertumbuhan lainnya adalah barang-barang kemasan konsumsi, seperti  biji kopi,  dan K Cup. Selama konferensi kuartal ke dua Starbucks, CEO Howard Schultz mencatat bahwa perusahaannya adalah nomor 1 untuk kopi merek premium di kategori  K-cup dengan lebih dari 2,5 miliar pengiriman paket K sejak diluncurkan.

Starbucks juga bereksperimen dengan berbagai konsep toko. Selama dua tahun terakhir, Starbucks telah membuka bar teh, bar anggur, dan bahkan toko museum kopi. Jika salah satu dari ide-ide ini berhasil, bisa jadi Starbucks akan berevolusi atau memperluas ide yang berhasil tersebut untuk memperluas target penjualan.

 

Ancaman

Salah satu ancaman yang berkelanjutan untuk bisnis Starbucks adalah ketidakstabilan harga kopi yang didefinisikan oleh harga perkilogram biji kopi Arabika (lebih tinggi) dan biji kopi Robusta (lebih murah). Starbucks , McDonalds, dan Dunkin Donuts umumnya membeli biji kopi Arabika, sedangkan biji kopi Robusta terutama digunakan untuk kopi instan dan merek yang dijual di Supermarket.

be10547542c4b4be58fec1950733e26d

Sumber : https://ycharts.com/indicators/world_coffee_arabica_price/chart/

Jika Starbucks berpikir bahwa harga kopi akan naik tahun depan, maka mereka akan menghubungi supplier mereka dan menandatangani perjanjian pembelian kebutuhan tahun depan dengan harga sekarang. Pada kuartal terakhir, Starbucks telah mengunci hampir 70% dari kebutuhan kopinya untuk tahun 2016. Tapi jika ternyata kemudian harga kopi yang sebenarnya jatuh dibawah harga yang telah dikunci Starbucks ini, Starbucks akan kehilangan keuntungan yang cukup signifikan.

Ancaman lainnya adalah meningkatnya persaingan, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Starbucks sangat kuat di Amerika Serikat bagian barat dan tengah, tapi Dunkin Donuts telah tertanam kuat di seluruh pesisir timur, sementara Tim Hortons sangat kuat di sepanjang perbatasan Kanada. Dunkin Donuts berencana untuk menantang Starbucks dengan membuka 200 toko baru di California selama lima tahun ke depan, serta 1400 toko di seluruh China lewat perusahaan patungan selama dua dekade berikutnya.

Resesi ekonomi global yang konstan telah membengkokkan lingkungan ekonomi macro tempat Starbucks beroperasi. Resesi ekonomi tersebut telah menyakiti daya beli konsumen. Penelitian baru-baru ini mencerminkan bahwa pasar konsumen tidak mengurangi konsumsi kopi mereka. Sebaliknya mereka beralih ke pilihan kopi dengan harga yang lebih rendah. Hal ini berarti bahwa perusahaan masih dapat mempengaruhi daya beli konsumen dengan menawarkan produk yang lebih murah.

Starbucks telah mengambil langkah-langkah untuk menjadi bagian dari revolusi komputer mobil dengan bekerja sama dengan Apple dan memperkenalkan kupon diskon melalui aplikasi Iphone. Mereka juga berusaha untuk melakukan co-branding dan cross-selling. Starbucks juga siap untuk menikmati manfaat dari revolusi smartphone.

Konsumen di Amerika Serikat juga menjadi semakin lebih sadar etika. Ini berarti proses produksi merek yang mereka beli harus mematuhi norma-norma sosial dan lingkungan. Kesadaran konsumen ini menantang Starbucks. Hal-hal inilah faktor-faktor yang paling jelas yang mempengaruhi bisnis perusahaan. Tapi ada banyak faktor lainnya juga yang harus diperhatikan.

Dampak Faktor Politik Pada Starbucks

Faktor politik utama adalah tentang sumber bahan baku. Hal ini telah menarik banyak perhatian dari para politisi di barat dan negara-negara sumber bahan baku. Untuk alasan ini, perusahaan ingin mematuhi norma-norma sosial dan lingkungan. Perusahaan bersedia untuk mengikuti strategi dari perjanjian kerjasama dengan supplier. Untuk memastikan praktek perdagangan yang adil.

Dampak lain adalah kebutuhan untuk mengikuti hukum dan peraturan negara-negara dimana Starbucks membeli bahan baku. Aktivisme dan peningkatan kesadaran politik di negara-negara berkembang telah membuat penting hal ini. Tekanan regulasi di dalam negara asal Starbucks Amerika Serikat juga menjadi sebuah faktor. Perusahaan harus terus memantau stabilitas politik didalam negeri juga.

Beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah : kebijakan pajak dan undang-undang ketenagakerjaan.

 

Dampak Faktor Ekonomi Pada Starbucks

Resesi ekonomi global yang sedang berlangsung adalah pencetus faktor ekonomi yang paling utama untuk Starbucks. Seperti telah saya sebutkan diatas, resesi ini telah membengkokkan profitabilitas Starbucks. Kondisi ini meyakinkan pembeli untuk beralih ke alternatif yang lebih murah. Karena mereka tidak berhenti membeli kopi, Starbucks seharusnya mencari kesempatan mereka dipoin ini.

Perusahaan juga harus berurusan dengan biaya operasional dan biaya tenaga kerja yang meningkat. Tingkat inflasi dan profitabilitas yang jatuh bisa menyebabkan banyak stress. Beberapa faktor ekonomi lainnya yang dapat mempengaruhi Starbucks adalah : nilai tukar mata uang lokal, lingkungan ekonomi lokal di pasar yang berbeda, tingkat pajak.

 

Dampak Faktor Sosial Budaya Pada Starbucks

Seperti telah disebutkan diatas, Starbucks dapat menawarkan produk yang lebih murah tapi mungkin harus mengorbankan kualitas. Ini adalah tantangan sosial budaya yang pertama kali harus dihadapi. Hal ini akan memperluas basis konsumer menengah ke bawah.

Generasi Baby boomer juga sudah mulai pensiun. Ini berarti pembelanjaan dari mereka akan berkurang. Sekarang, Starbucks harus mulai memupuk generasi milenium dan gen x untuk menjadi konsumen mereka. Faktor-faktor sosial budaya lainnya yang harus diperhatikan adalah : perubahan pola keluarga di Amerika Serikat dan Eropa, preferensi konsumen, perubahan pola kerja, perubahan gaya hidup penduduk, tingkat pendidikan penduduk di pasar lokal, dan perubahan nilai-nilai yang dianut dikalangan penduduk.

 

Dampak Faktor Teknologi Pada Starbucks

Starbucks berada dalam posisi yang baik untuk menikmati manfaat dari kemunculan gelombang “ponsel”. Kemitraannya dengan Apple untuk membawa aplikasi berbasis kupon diskon membantunya untuk mendompleng gelombang ponsel ini dengan mudah.

Perusahaan juga sudah menanamkan kemampuan wifi di outlet-outletnya. Internet penting bagi konsumen. Mereka sekarang dapat menjelajah web dan melakukan pekerjaannya sambil menyeruput kopi Starbucks. Ini merupakan nilai tambah ke merk Starbucks. Hal ini meningkatkan pengalaman konsumen secara keseluruhan. Starbucks juga memungkinkan pembayaran mobile. Mereka menguji hal ini di lokasi percontohan di Amerika Serikat.  Beberapa faktor teknologi lainnya yang perlu diingat adalah : munculnya teknologi inovatif, perkembangan bioteknologi, perkembangan di bidang pertanian.

 

Dampak Faktor Lingkungan Pada Starbucks

Banyak pelaku bisnis Starbucks memberi perhatian kepada para aktivis dan kelompok advokasi internasional. Bahkan konsumenpun sudah menyatakan masalah. Jadi perusahaan harus mempertimbangkan hal ini untuk terus memegang kepercayaan konsumen.

Beberapa faktor lingkungan yang harus diperhatikan oleh Starbucks adalah : aturan dan peraturan lingkungan, bencana lingkungan yang terjadi dinegara-negara penghasil biji kopi, pemanasan global dan isu lingkungan lainnya di tingkat global.

 

Dampak Faktor Hukum Pada Starbucks

Starbucks harus memastikan bahwa mereka tidak melanggar hukum dan peraturan di pasar dalam negeri dan negara-negara dari mana mereka membeli bahan baku.

Mereka juga harus tetap waspada tentang pengenalan produksi kafein dan konsumsinya terkait kebijakan, dan peraturan oleh otoritas kesehatan terkait. Faktor-faktor lainnya yang  mungkin mempengaruhi perusahaan adalah : pengenalan peraturan perdagangan dan cukai,  dan peraturan perijinan yang terkait dengan industrinya.

 

Keseluruhan pembahasan diatas adalah hasil dari analisa eksternal terhadap perusahaan Starbucks. Analisa ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor diluar perusahaan yang bisa mempengaruhi performansi perusahaan baik berdampak positif maupun negatif. Hasil dari analisa eksternal ini bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu peluang dan ancaman. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman ini, perusahaan dapat membuat strategi yang tepat untuk mengoptimalkan peluang yang ada dan menghindari ancaman-ancaman yang ada.

 

 

 

 

back-icon-symbol-4088993
Back

 

 

 

Advertisements