Kekuatan Koneksi

Walter Elias Disney, pendiri kerajaan film anak “Disney dan taman impian Disneyland” memulai kesuksesannya lewat kebaikan hati seorang produser yang mau mendanai film Mickey Mouse yang pertama. Ub Iwerks, salah seorang sahabat Disney mengerjakan ulang sketsa Mickey Mouse yang dibuat oleh Disney agar lebih mudah dianimasi. Ub melukis wajah Mickey dan Walt memberikan jiwa untuk tokoh kartun tersebut dengan suaranya. Pada mulanya, tokoh Mickey Mouse bernama “Mortimer”. Namun Lillian Disney mengganggap nama itu kurang berkarakter sehingga menggantinya menjadi “Mickey Mouse”. Kemudian ada Pat Powers yang membantu Disney untuk merilis kartun-kartun hasil ciptaan Walt. Sayangnya karena merasa pembagian keuntungan yang tidak adil, Walt kemudian menandatangani perjanjian distribusi yang baru dengan pihak Columbia Pictures. Di sepanjang hidupnya, Walt Disney terlibat dengan berbagai macam karakter orang,  dan hal ini melatih kemampuannya untuk bersosialisasi dengan orang lain. Salah satu  bukti kesuksesannya adalah keberhasilannya dalam mengembangkan hubungan yang baik dengan sekelompok kecil pekerja studio Disney yang pada akhirnya dimasa depan mereka menjadi “Imagineers” yang membantu Walt sebagai insinyur dan perencana taman bermain “Disneyland”.

images (8)
Walt and his people

Lain Walt, lain juga tokoh yang satu ini, William Henry “Bill” Gates III yang merupakan seorang pebisnis, investor, penulis dan pendiri Microsoft perusahaan perangkat lunak ternama di dunia. Di awal perjalanan karirnya, hanya segelintir orang yang berhubungan baik dengan Gates. Di usia yang masih muda belia, Gates menjalin hubungan pertemanan dengan Paul Allen. Pengenalannya dengan dunia komputer di usia 13 tahun bersama Paul Allen membuatnya tertarik untuk  mempelajari dan mendalami bahasa pemrograman. Pada usia 17 tahun, Gates dan Paul Allen mendirikan Traf-O-Data yang fokus pada sistem penghitung lalu lintas yang berbasis prosesor Intel 8008. Tahun 1973, Gates berhasil masuk ke universitas Harvard dan bertemu dengan Steve Ballmer yang kelak akan menggantikan dirinya sebagai CEO Microsoft.

Bulan November 1975, Gates memutuskan untuk absen dari Harvard dan bekerja bersama lagi dengan Paul Allen untuk membentuk perusahaan kemitraan yang diberi nama Micro-soft. Pada tanggal 26 November 1976, tanda penghubung pada nama Micro-soft dihapus dan nama dagang Microsoft didaftarkan di kementerian luar negeri New Mexico. Gates dikenal sebagai kutu buku, senang bermain kartu bridge, tenis dan golf. Meskipun di kehidupan awalnya, Gates cenderung untuk mengisolasi diri dan menyibukkan diri untuk membangun bisnisnya. Namun pada tahun 1994, secara mengejutkan, ia menjual sebagian sahamnya di Microsoft dan mendirikan William H. Gates Foundation. Sepertinya ada sesuatu yang merubah cara pandang hidupnya. Melalui yayasan William H. Gates, ia fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah global yang luput dari perhatian pemerintah. Tindakannya ini malahan semakin membuat nama Gates berkibar di dunia internasional. Terbukti di tahun 2001, ia disebutkan oleh the Guardian dalam daftar “top 100 influential people in media”. Di tahun 2006, Gates menempati peringkat ke delapan dalam daftar “Herous of our time”. Berbagai penghargaan internasional disematkan kepadanya atas berbagai aktivitas sosialnya, seperti gelar kehormatan  “Knight Commander of The Order of the British Empire (KBE)” ditahun 2005 oleh Ratu Elizabeth II. Pada November 2006, Gates dan istrinya diberi penghargaan “Order of the Aztec Eagle” atas aktivitas filantropi mereka di seluruh dunia dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Justru ketika Bill Gates mengundurkan diri dari operasional Microsoft dan mendedikasikan hidupnya untuk aktivitas sosial dan mengembangkan koneksinya, namanya semakin harum dan dikenal dan berimbas positif pada berbagai bisnis yang berkaitan dengannya.

250px-Millennium_Development_Goals_-_World_Economic_Forum_Annual_Meeting_Davos_2008
Gates (kedua dari kanan) bersama BonoRatu Rania dari Yordania, mantan Perdana Menteri Britania Raya Gordon Brown, Presiden Umaru Yar’Adua dari Nigeria dan peserta lain dalam ‘Call to Action on the Millennium Development Goals’ pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 208 di Davos, Swiss

Masih banyak tokoh besar dunia lainnya selain mereka, dan akan sangat panjang kalau disebutkan satu demi satu disini. Masing-masing dari mereka membuat suatu pencapaian yang luar biasa. Masing-masing dari mereka menonjol dengan keunikan kreatifitas dan originilitas hasil karyanya. Masing-masing dari mereka fokus pada bidang yang berlainan dan masing-masing sukses dengan caranya sendiri untuk mengukir nama mereka di sejarah dunia. Namun, ada satu benang merah yang menghubungkan mereka , yaitu kekuatan koneksi mereka dengan orang lain baik teman, sahabat, rekan kerja, pemerintah, dan masyarakat dunia. Semakin mereka mengembangkan kekuatan koneksinya, semakin mereka berhasil untuk memperluas pengaruh, dan memberikan banyak perubahan bagi dunia mereka.

“The power of people” , itulah yang dipahami dengan baik oleh tokoh-tokoh dunia tersebut. Lihatlah sekelilingmu, tidak peduli profesi apapun yang dijalani entah sales, pengusaha, pekerja profesional, pengajar, motivator, politikus, aparat penegak hukum, tentara, pengacara, hakim dan lainnya, mereka selalu membutuhkan dukungan orang untuk mencapai kesuksesan. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan, karena manusia sejak dari lahir, menikah, membentuk keluarga dan meninggal dunia, semuanya selalu melibatkan orang. Semakin banyak orang yang terhubung dan mendukung kita, semakin besar kesempatan kita untuk berkembang. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita bisa menggunakan kekuatan koneksi ini seoptimal mungkin untuk mencapai impian kita.

Advertisements