I’m-possible Manager

 Pemimpin yang visioner memerlukan tim managemen yang solid yang bisa menerjemahkan gambaran masa depan yang ada dibenaknya. Masih ingat Lee Kun Hee, sosok CEO legendaris Samsung Corporation. Masih ingat juga bagaimana dia menjabarkan pandangan-pandangannya yang visioner di hotel German. Salah satu perkataan yang diungkapkan kepada anggota tim managemennya adalah ” Rubah semuanya, kecuali anak dan istrimu.”  Jika anda ingin memahami lagi sosok Lee Kun Hee, anda bisa bisa membacanya di sini.

Di artikel saya kali ini, saya akan membahas tentang transformasi yang harus dilakukan oleh jajaran Manager yang ada dibawah komando anda. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman yang saya peroleh dimasa lalu. Dari cerita ini, saya ingin menyampaikan suatu pesan tentang transformasi managemen yang seharusnya ada di perusahaan anda. Duduk tenang, ambil waktu santai, ambil kopi atau minuman favorit lainnya dan selamat menikmati sajian cerita berikut ini.

“Ketika saya berkunjung ke salah satu perusahaan bata ringan di Jatim untuk suatu keperluan pekerjaan, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang petugas security di perusahaan tersebut. Salah seorang dari mereka, sebut saja namanya pak Karto, dengan antusias mengajak saya mengobrol. Berhubung saya termasuk orang yang suka bersosialisasi, saya merespon pak Karto dengan beberapa obrolan ringan.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah ketika beliau mulai bergosip ria tentang perilaku Factory Managernya yang selanjutnya akan saya berikan inisial H. Menurut cerita Pak Karto, si H ini sangat temperamental,  suka marah, dan mudah emosi, bahkan pernah salah seorang kandidat staff yang sudah diterima untuk bekerja disana langsung mengundurkan diri begitu melihat si H ini sedang marah terhadap salah satu anak buahnya.”

Pendeknya cerita pak Karto lebih banyak menonjolkan sisi negatif dari H. Sehingga kesan yang timbul adalah  seolah-olah si H memiliki kecerdasan emosional yang belum matang, dan merupakan sosok monster yang bisanya cuma marah saja. Diakui atau tidak sebagian besar Manager masih mengandalkan gaya leader untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Mulai dari memimpin tindakan di lapangan, mengajari metode kerja ke anggota timnya, membimbing mereka untuk menerapkan tahapan-tahapan detail tentang cara mencapai target yang sudah ditetapkan, dan menerapkan sistem punishment dan reward.

Gaya leader ini sudah bertahun-tahun dipercayai sebagai cara yang paling efektif untuk membuat kinerja tim menjadi kinclong. Namun, apakah hal ini benar? Karena selama hampir 12 tahun saya menekuni karir, gaya Manager seperti ini terbukti kurang efektif untuk mendongkrak kinerja tim. Bahkan cenderung untuk mematikan kreatifitas dan pengembangan personal anggota tim.

Gaya leader seringkali menggunakan “topeng karakter” tertentu untuk memberikan kesan wibawa dihadapan anak buahnya. Biasanya bentuk topeng favorit yang sering dipakai adalah topeng dengan karakter angker, karakter ketus, karakter marah, karakter tanpa ekspresi, dan karakter sombong. Pemilihan karakter ini biasanya disesuaikan dengan lingkungan kerja dan perspektif negatif Manager tentang orang-orang yang ada di dalam timnya.

images (9)
Topeng Karakter Manager

Banyak Manager berpendapat bahwa impossible untuk mengarahkan kinerja anggota timnya tanpa menggunakan topeng karakter (sekarang anda tahukan bagaimana mengenali tipe Impossible Manager ini diperusahaan anda). Mereka masih memandang bahwa “ditakuti” anak buah berarti setiap instruksi yang diberikan akan dijalankan. Namun satu hal yang mereka lupa, bahwa manusia itu mahluk kompleks yang melibatkan perasaan dan emosi. Mereka memiliki titik stress tertentu yang jika titik ini telah tercapai, akan menurunkan motivasi kerja dan akibatnya menurunkan gairah dan performansi kinerja.

Berkaca dari pengalaman di masa lalu, saya menemukan cara lain yang lebih efektik untuk mendongkrak kinerja tim. Melalui artikel ini, saya ingin memberikan sudut pandang yang berbeda dari biasanya. Saya optimis melalu cara ini seorang Manager akan mampu membawa perubahan bagi timnya dan membuat mereka mencapai sesuatu yang belum pernah mereka capai sebelumnya. I’m posibble Manager adalah Manager yang bisa membawa setiap anggota timnya untuk mengeluarkan potensi dirinya secara maksimal. Ia mampu melakukan terobosan demi terobosan dan bisa mencapai keberhasilan demi keberhasilan di setiap misi yang diberikan. I’m possible Manager lebih fokus kepada sikap yang terbuka, menampilkan kepribadiannya yang sejati, fokus kepada kekuatan setiap anggota timnya, membangun sistem komunikasi yang sehat dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi semua bawahannya.

images (10)
I’m possible Manager 

Ada empat kunci yang ingin saya bagikan kepada anda untuk memaksimalkan potensi dari setiap anggota tim. Percayalah, anda tidak perlu lagi mengandalkan marah, teriakan atau bentakan untuk membereskan kinerja personal yang jauh di bawah standar yang anda tetapkan. Karena bukan itu jawabannya jika anda ingin membentuk the A Team. So, let’s start.

     Kunci Pertama. Casting Talenta. Inilah hal pertama yang harus anda lakukan ketika diberikan kepercayaan untuk memimpin sebuah tim. Anda tahu Raisa, penyanyi bersuara merdu itu. Bayangkan, andainya Steven Spielberg saat ini sedang mencari pemeran utama wanita untuk film terbarunya “Queen of Andromeda” yang plot ceritanya mengisahkan tentang sosok ratu galaxi andromeda yang dengan kekuatan super powernya ingin menaklukan bumi. Dan bayangkan jika Raisa kemudian menjadi pemeran utamanya dengan lekukan bodi padat, seksi dan dada besar. Bayangkan juga, dia harus melakukan berbagai atraksi berbahaya, melakukan adegan ranjang, bahkan bugil.

Tentu saja Steven Spielberg tidak akan serta merta memilih Raisa begitu saja. Dia akan melakukan casting peran. Para artis yang merasa bisa untuk memainkan peranan sang Queen, dipersilahkan untuk mengikuti audisi casting. Jika sutradara melihat bahwa si artis tersebut memiliki talenta yang diperlukan untuk peran tersebut dimana dia berhasil menjiwai tokoh yang diperankan dengan baik sesuai kriterianya, maka dia akan dipilih untuk menjadi karakter utamanya. Dipastikan film yang disajikan akan hidup. Inilah fungsi dari casting peran. Tujuannya menyeleksi kandidat yang memiliki talenta yang dibutuhkan untuk menghidupkan suatu peran tertentu. Anda tidak bisa asal menyomot sembarang orang untuk memainkan suatu peranan tertentu di dalam tim, meskipun dengan embel embel segudang pengalaman di masa lalu. Ingat pengalaman dan tekad bukan jaminan seseorang untuk bisa sukses memainkan peranannya di dalam tim.

Sebagai seorang I’m posibble Manager, tugas anda adalah melakukan seleksi anggota tim berdasarkan talenta yang dibutuhkan oleh setiap role yang ada. Anda harus mengetahui talenta-talenta apa yang diperlukan di setiap role yang ada di dalam tim. Lalu tugas anda berikutnya adalah memilih orang yang tepat untuk menempati role yang ada. Maka setiap anggota tim nantinya akan bisa berperan sesuai dengan yang diharapkan. Ingat, talenta itu ada didalam diri seseorang, cerminan sikap hati atau pemikiran atau perilaku yang terjadi secara berulang-ulang di dalam hidup seseorang. Talenta tidak dapat diajarkan. Talenta hanya dapat dikembangkan supaya lebih maksimal. Kenapa talenta penting? Karena, talenta memberikan kontribusi utama kepada pengambilan keputusan atau sikap seseorang ketika mereka menghadapi suatu tantangan di dalam pekerjaan mereka.

Jika anda sebagai Manager memiliki anggota tim dengan role tertentu dan talenta yang dimiliki tidak memadai, maka anda akan mengalami masalah besar. Frustasi demi frustasi karena kinerja yang bersangkutan tidak sesuai dengan rolenya di dalam tim bisa jadi akan menghantui anda di masa depan. Saat seseorang mengalami suatu himpitan di dalam pekerjaan, bukan pengalamannya yang akan menyelamatkannya tapi talenta didalam dirinyalah yang akan bertindak.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana jika anda salah dalam memilihkan suatu peranan kepada seseorang dan dikemudian hari, anda mendapati yang bersangkutan ternyata kinerjanya buruk. Lalu apa yang sebaiknya harus dilakukan?

Tiga hal berikut ini bisa jadi merupakan jawabannya. Alternatif Pertama, sediakan sebuah sistem pendukung yang bisa membantunya untuk memaksimalkan peranannya didalam tim. Misal : Z merupakan seorang pekerja yang rajin, cekatan, teliti, jujur dan bisa diandalkan. Sayangnya, Z hanya sanggup menghitung sampai angka 5 padahal dia bertugas untuk mengelompokkan output produknya dalam kelipatan 10 untuk dijadikan satu dalam 1 batch. Kemungkinan solusi terbaik yang bisa disajikan oleh I’m possible Manager adalah dengan memasang sebuah sensor tertentu yang akan aktif memberikan suatu sinyal kepada Z untuk setiap kelipatan 10 dari output yang dikeluarkan oleh mesin. Dengan demikian, Z dapat terus menggunakan talentanya yang memang sudah pas dengan rolenya yang sekarang.

Alternatif Kedua, anda bisa mencarikan mitra kerja yang sepadan untuk menjadi rekan kerja dari anggota tim yang kinerjanya buruk tersebut.

Dan alternatif ketiga, jika ternyata penyebabnya adalah karena yang bersangkutan tidak mempunyai talenta yang sesuai dengan role yang dipegangnya saat ini, maka pikirkan alternatif peran baru yang menurut anda lebih sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Ingat sekali lagi, talenta tidak bisa diajarkan, hanya bisa dikembangkan. Setiap orang punya talenta tertentu, tugas I’m possible Manager adalah memastikan talenta yang dimiliki seseorang sudah sesuai dengan peran yang dipegangnya sekarang.

  Kunci Kedua. Evaluasi performansi berdasarkan hasil yang diharapkan. Inilah hal kedua yang harus dilakukan oleh seorang I’m possible Manager. Di sini anda harus menetapkan target goal, dan mengkomunikasinya ke individu bersangkutan. Setiap manusia  itu unik, Kita tidak bisa memaksakan metode kita untuk mereka pakai. Jangan tergoda untuk tidak mempercayai bahwa mereka tidak sanggup melakukannya. Jangan juga tergoda mengajari secara detail tentang bagaimana mereka bisa mencapai target goal. Percayalah, anda akan melakukan hal yang sia-sia. Dulu saya pernah melakukan hal ini. Selama 1 tahun, detail metode kerja saya ajarkan dan meminta mereka mengikuti. Yang terjadi adalah saya stress, anggota tim juga stress. Karena banyak dari mereka yang merasa tidak nyaman dengan detail yang saya ajarkan. Metode kerja saya berasal dari talenta saya. Level berpikir, dan pemahaman saya berbeda dengan orang lain. Mereka sulit beradaptasi karena memang tidak sesuai dengan talenta yang mereka miliki. Tentuka saja hasil akhir yang anda mau dan serahkan cara untuk mencapainya kepada yang bersangkutan. Ini kuncinya jika anda ingin membangun mood baik, optimisme, dan membuka performansi optimal dari semua anggota tim anda.

   Kunci ketiga. Memotivasi anggota tim dengan fokus pada kekuatan yang mereka miliki. Gampangannya begini, jika ada anggota tim yang pemalu, tidak pandai dalam berkomunikasi, badan kecil, tapi teliti, tekun, rajin bekerja dan memiliki daya memori yang bagus. Maka fokuslah pada kekuatannya (teliti, tekun, rajin bekerja dan memori bagus tersebut), dan memakainya untuk mendongkrak peranannya dalam tim.  Dengan kata lain, saya beritahu, bahwa anda tidak bisa “mengajari seekor ikan untuk memanjat sebatang pohon kelapa”.  Ini merupakan pekerjaan yang sia-sia. Anda akan capai, membuang waktu berharga anda dan gagal bahkan frustrasi dan kemudian membebankan semua kesalahan itu ke pundak si anak buah. Tapi anda bisa membuat ikan mendaki gunung tinggi dibawah laut. Yang perlu anda lakukan hanya mengarahkan anak buah anda dihabitat alaminya.

  Kunci keempat. Mengembangkan potensi anggota tim dengan selalu memberikannya peran yang sesuai dengan talentanya. Pandangan bahwa promosi merupakan reward terbaik untuk pencapaian suatu prestasi tidak selalu bisa di percaya. Karena banyak fakta menemukan bahwa seorang kandidat berprestasi malahan mengalami kesulitan ketika dipromosi. Seorang I’m possible Manager patut memikirkan alternatif lain jika memang promosi tidak bisa dilakukan karena ketidaksesuaian peran baru dengan talenta yang dimiliki. Memperluas rentang gaji di level yang sama bisa menjadi alternatif. Misalnya supervisor golongan 3A, 3B, 3C dengan rentang gaji yang berbeda. Ini bisa menjadi pilihan terbaik. Kandidat tetap bisa bekerja optimal dengan talenta yang dimiliki dan motivasinya juga akan terbangun karena pengakuan perusahaan terhadap dirinya dengan pemberian fasilitas tambahan dan kenaikan gaji yang signifikan.

back-icon-symbol-4088993
Back
Advertisements