Hancurnya si Raksasa

Kita tentu masih ingat dengan dominasi Nokia selama 14 tahun di pasar ponsel global hingga tahun 2007.  Semua juga tentu masih ingat Nokia 1100 yang menjadi produk fenomenal terlaris sepanjang masa dengan  rekor angka penjualan  yang menembus angka 250 juta unit.   Handphone asal Finlandia itu seakan menjadi raja tak terkalahkan oleh merk ponsel lainnya.

Nokia 1100
Nokia 1100

Sejatinya Nokia corporation pada awalnya memiliki 5 bisnis usaha yaitu karet, kabel, kehutanan, elektronik dan pembangkit listrik. Masing-masing bisnis usaha ini di pimpin oleh seorang Direktur yang melapor kepada  Presiden pertama Nokia saat itu Bjorn Westerlun. Patut anda ketahui, bisnis elektronika saat itu merupakan bisnis usaha Nokia yang paling terkecil.

Lompatan inovasi Nokia terjadi di tahun 1991, dengan produk Nokia  1011 yang merupakan telepon genggam digital GSM pertama di dunia.  Pada tahun 1992, Nokia corporation memutuskan untuk fokus di bisnis  telekomunikasi dan keluar dari bisnis lainnya.

images (5)
Nokia 1011

Sejak itu inovasi Nokia terus bermunculan dan tidak terbendung oleh siapapun. Di tahun 1994 misalnya, Nokia meluncurkan Nokia 2100 yang merupakan ponsel pertama dengan fitur the Nokia tune. Tahun 1997, Nokia mengeluarkan telepon satelit pertama di dunia dan di tahun yang sama pula Nokia 6110 dengan game legendarisnya snake game di  luncurkan. Inovasi berikutnya muncul di produk Nokia 7110 yang merupakan handset pertama di dunia wap. Di tahun 2002, lagi-lagi Nokia membuat takjub dunia dengan produk-produk inovasinya  seperti Nokia 6650 – ponsel 3G pertama di dunia,  di susul Nokia 7650 – ponsel  dengan kamera built-in dan Nokia 3650  dengan video capturenya. Nokia terus membuat gebrakan di tahun berikutnya dengan meluncurkan N-Gage ponsel yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang senang bermain game di handphone.

Nokua N-Gage
Nokia N-Gage

Puncak inovasi Nokia terjadi di tahun 2005 dengan lahirnya perangkat multimedia Nokia N series. N series merupakan generasi baru yang menggabungkan desain stylish dengan hiburan lengkap dengan paket komunikasinya. Dengan N series, mendengarkan lagu, memotret, edit video,  dan menonton tv bisa dilakukan di satu handphone.

N Series
N Series

Namun siapa sangka, roda nasib berputar dengan cepat. Tahun 2007, Apple berhasil mempecundangi Nokia dengan meluncurkan Iphone. Iphone lahir dari sebuah pemikiran yang ingin menjawab kebutuhan masyarakat yang masih belum bisa di penuhi oleh ponsel yang ada saat itu.  Dengan desain sederhana tapi stylish, stylush, dan layar sentuh tanpa keyboard virtual QWERTY, Iphone berhasil mencuri perhatian publik dan menghebohkan dunia selular. 

Iphone Generasi Pertama
Iphone Generasi Pertama

Nokia yang selama ini berfokus pada inovasi desain dan fungsi hardware harus menelan pil pahit ketika ada kompetitor yang berhasil melihat dari sudut pandang yang lain yaitu bahwa ” user experience” bisa memicu kreativitas yang pada akhirnya akan memberikan pengalaman teknologi yang luar biasa. Apple mengajari dunia tentang nyamannya dan kemungkinan yang tidak terbatas dari experience yang bisa didapat dari produk Iphone mereka. 

Tahun 2009, kekalahan telak di alami oleh Nokia, dengan semakin habisnya pangsa pasar sotware symbian mereka oleh Android dengan produk-produk inovatif mereka. Hanya dalam kurun waktu 2 tahun, tahta Nokia sebagai raja ponsel dunia berhasil direbut.

Android vs Symbian
Android vs Symbian

Serangan berikutnya melanda jaringan distribusi Nokia yang kali ini berasal dari agresif Samsung Galaxi di tahun 2009. Samsung merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang berdiri pada tahun 1938 dan hanya berupa sebuah usaha dagang kecil dengan pegawai berjumlah 40 orang yang berfokus pada usaha ekspor berbagai produk dari Korsel ke Beijing, China. Salah satu keputusan penting yang di ambil oleh para petinggi Samsung di awal tahun 1990an adalah untuk berinvestasi di penelitian dan pengembangan.

Toko Samsung Pertama
Toko Samsung Pertama

Pengalaman Samsung untuk menjadi penyedia teknologi bagi beberapa pabrikan besar dunia seperti Sony, Apple dan Nokia membuat mereka menguasai teknologi dasar pembuatan komponen kunci seperti LCD panel, flash memory, ram chip. Samsung juga belajar untuk mengembangkan sistem teknologi dan kendali mutu di pabrik mereka seperti “stop line” di mana setiap orang bisa menghentikan proses produksi kapanpun jika  di temukan adanya produk yang tidak baik. Karena inilah, Samsung mampu mengeluarkan produk dengan standar kualitas tinggi dan inovasi teknologi yang luar biasa. Dengan kecepatan divisi R&D mereka, dan tangan dingin dari CEO mereka, Lee Kun Hee yang visioner, taking risk dan tidak bertele tele dalam mengambil keputusan membuat Samsung menjadi so powerful dan menghantam telak Nokia.

Revolusi smartphone kembali terjadi dan kali ini sayangnya bukan muncul dari si “Raja Nokia” tapi dari kuda hitam yang bernama “Blackberry” yang muncul di tahun 1997. Dengan produk unggulannya, push email yang memungkinkan seluruh email, daftar kontak, dan informasi jadwal di tampilkan langsung ke dalam Blackberry secara otomatis membuat Blackberry berhasil mencuri perhatian pengguna ponsel dunia. Fitur chatting lewat Blackberry Messengernya seakan menghipnotis semua orang dan menciptakan trendsetter baru di dunia. Kalau dulunya orang bertukar nomor kartu smartphone, sekarang orang bertukar pin BBM. Image kesan eksklusif melekat di para pengguna gadget tersebut. Tidak punya pin BBM,  terasa tidak percaya diri di jaman itu.

Blackberry
Blackberry

Bulan Agustus 2007 merupakan puncak kejayaan Blackberry, nilai saham mereka di tahun itu berkisar diangka $230. Bulan Januari 2007, Apple meluncurkan Iphone generasi pertamanya. CEO RIM saat itu, Jim Balsillie, menganggap Iphone bukan saingan Blackberry karena pasar Blackberry adalah masyarakat bisnis dan Pemerintah. Tahun 2013, saham Blackberry terpuruk di angka $10 dan Blackberry diambang kebangkrutan. Satu hal yang dilupakan adalah tidak adanya sense of crisis seperti yang di anut oleh Lee Kun Hee dalam memimpin Samsung. Jim, gagal mendekteksi ancaman dari Iphone dan perangkat murah di Asia yamg bisa merugikan Blackberry. Kenyamanan yang ditawarkan Iphone membuat konsumen Blackberry berpaling dan ketika Blackberry menyadarinya dan ingin merubah strategi, semuanya sudah terlambat.

Lalu pelajaran apa yang bisa kita petik dari drama-drama kisah nyata ini?

Satu hal yang menurut saya merupakan sebab kegagalan Nokia dan banyak merk bekas pemimpin pasar itu adalah “zona nyaman”. Bertahun-tahun produknya mendominasi pasar, selalu laku dipasar, dicari banyak orang, membuat mereka lupa bahwa, di luar sana, ada banyak orang yang ingin menggantikan posisi mereka. Zona nyaman membuat mereka “terlalu percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki, tidak peka dengan perubahan jaman, gaya managemen lama masih diterapkan.” Menjadi leader berarti harus mempunyai visi yang selalu ke depan artinya selalu berpikir yang bisa melampaui kebanyakan orang

Mari melihat sekilas apa yang dilakukan oleh Toyota. Kita tahu betapa melegendanya sistem Toyota Production System (TPS) hasil kreasi mereka sehingga banyak ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain. Anda tahu kenapa Toyota sampai sekarang masih survive di tengah gempuran para kompetitornya. Jawabannya satu, Toyota menjadikan TPS bukan sebagai slogan, moto atau strategi tapi itulah jiwa dan kehidupan Toyota sendiri. Filosofi Continous Improvement (Kaizen) ibaratnya sudah menjadi gaya hidup, kebiasaan yang tertanam kuat disana. Ibaratnya mereka minum, makan bahkan ke toiletpun prinsip Kaizen ikut dibawa. Filosofi Kaizen berpijak pada sense of crisis dengan selalu menantang diri sendiri untuk krluar dari zona nyaman dan terus melakukan improvement. Karena Toyota sadar bahwa mereka tidak sendirian dan bahaya selalu mengancam dari para pesaing mereka.

Mobil Toyota
Mobil Toyota

Lalu bagaimana dengan Samsung sendiri, yang dulunya follower, tidak dipandang sebelah mata oleh Apple, justru sekarang mereka menjadi pesaing berat dari Apple bahkan menjadi pemimpin pasar untuk kategori handphone.

Ada 3 hal menurut saya yang membuat mereka unggul. Pertama adalah cara pikir mereka yang berbeda dari kebanyakan competitornya. Tidak percaya, lihat evolusi Galaxi series mereka, lihat lompatan-lompatan fitur yang menakjubkan. Para kompetitor masih belum mengerti hal ini, kenapa Samsung misalnya membuat sensor untuk Galaxi S4 yang bisa mendeteksi mata user sewaktu melihat layar phone, yang menurut mereka itu tidak ada gunanya. Mereka lupa bahwa sesuatu yang baru selalu menarik minat orang. Sering memang pemikiran revolusioner out of box menjadi terobosan dahsyat.

Faktor ke dua yaitu paranoid. Apa itu, yaitu bentuk ketakutan yang sengaja ditanamkan di seluruh lapisan Samsung. Paranoid ini ibaratnya dipakai  untuk menampar pipi mereka, mencubit paha mereka, menepuk pundak mereka supaya mereka tidak terlelap di zona nyaman. Saya kalau lagi mengantuk di jam kerja, sering mencubit paha saya sampai saya merasakan sakit yang menyengat, tujuannya supaya mata tetap melek. Hal yang sama dipakai Samsung untuk terus inovasi, quick decision, riset pasar, dan lain-lain. Selama ini di terapkan terus, mungkin masih cukup lama Samsung akan mendominasi dunia dengan produk-produk handphone mereka, dan kita akan dibuat tercengang-cengang dengan lompatan inovasi mereka.

Faktor ketiga adalah, fokus di riset untuk memperkuat daya saing. Samsung belajar untuk memperkuat di pondasi riset hulu. Ini membuat mereka tidak perlu bergantung kepada pabrik lain untuk mensuplai komponen produk mereka. Penguasaan teknologi dari hulu hingga hilir sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum mereka melakukan gerakan mendominasi dunia lewat produk-produk mereka. Fokus mereka di riset membuat mereka terbiasa cepat  dalam melaunching inovasi produk baru mereka. Disaat kompetitor lain, masih berkutat dengan komponen yang harus disiapkan untuk realisasi ide mereka, Samsung sudah mencuri start dengan terobosan teknologi baru.

Lalu apa yang bisa kita petik dari peperangan mereka ini? Yaitu untuk tidak pernah puas dengan kemampuan kita. Apapun profesi kita, entah karyawan atau businessman, sekali kita puas dengan kinerja kita (prinsip “yang penting bos gak komplain atau yang penting gue masih dapat untung kok dari produk gue). Hati-hati , lampu merah untuk anda. Bagi pegawai, apakah hulu anda? Pengetahuan andalah hulunya, terus upgrade pengetahuan itu. Bagi pengusaha tentu saja juga terus berbenah, seperti Toyota, tidak berhenti untuk berbenah walaupun omzet sudah besar sekalipun, tetap melakukan improvement untuk membuang semua aktivitas non added value, sehingga daya kompetitif semakin tinggi.

Ingat juga AFTA sudah didepan mata. Artinya akan ada banyak kompetitor di Indonesia dibandingkan sekarang.

The question is are you ready?

Advertisements